Pengertian Foto Bokeh Dalam Dunia Fotografi

Mengenal arti foto Bokeh - mungkin dari sebagian anda yang mas pemula dalam dunia fotografi sering mendengar kata kata istilah yang sedikit unik bin nyentrik yakni FOTO BOKEH, namun tidak demikian bagi mereka yang sudah mengenal dunia fotografi. Nah penasaran bukan dengan arti dari istilah foto bokeh tersebut ?

didalam dunia fotografi banyak sekali istilah istilah yang dipakai untuk menyebutkan sesuatu yang memang asing ditelinga orang awam dan salah satunya adalah kata bokeh tersebut. Didalam dunia fotografi istilah bokeh sama halnya dengan blur ( gambar ngeblur / tidak fokus ) layaknya kalau kalian sedang mengedit aplikasi potoshop untuk membuat blur suatu titik fokus. Jadi foto bokeh adalah foto yang kurang jelas alias kabur / ngeblur.

Perlu kalian ketahun bahwa didalam dunia fotografi ini sebuah bidang fokus ini dibebani oleh sebuah lensa kamera sehingga titik fokus tadi tidaklah seluas pandangan mata kita. Dan dari kejadian diataslah terbentuk suatu bokeh dari foto yang diambil. Disisi lain pula kekurangan yang ada pada optik lensa kamera ini dimanfaatkan oleh sebagian fotografer guna membuat karya foto yang bisa menonjolkan titik fokus dari pandangan mata kalian dan memperhatikan dengan seksama sebelum anda memperhatikan area foto yang lain.
Ungkapan " bokeh " sendiri sejatinya berasal dari bahasa jepang yaitu " boke " yang bersrti ngeblur, buram, atau kabur atau diartikan pula sebagai titik luar dari suatu fokus. Dengan adanya bokeh ini di suatu gambar yang diambil menggunakan kamera, maka titik fokus yang jatuh di sebuah objek dapat menjadi sangat terang atau jelas, sedangkan area yang tidak menjadi titik fokus menjadi bokeh atau ngeblur. Didalam seni fotografi ini pengambilan foto bokeh seringkali digunakan dalam seni fotografi makro ( kecil ), modeling serta jurnalistik dan lain sebagainya. Atau tergantunf dari si fotografer tersebut mau menonjolkan fokus apa didalam foto yang akan ia ambil, berbeda sekali dengan teknik fotografi arsitektur ataupun lanscape yang sama sekali hampir tak pernah menggunakan bokeh dalam hasil karyanya. Biasanya fotografer arsitektur dan lanscape menggunakan bidang fokus yang presisi dimana fokus gambar sangat luas mulai dari ujung satu ke ujung lainnya.
Dan dibawah ini adalah beberapa contoh hasil karya foto bokeh dimana sebagian sisi gambar terlihat kabur dan pada bagian sisi lainnya terdapat bagian foto yang fokus sehingga ketika kita melihat foto tersebut pertama kali, mata kita akan langsung tertuju pada objek fokus tersebut.




Nah apakah anda sudah tahu dan faham mengenai arti kata bokeh didunia seni gambar ini ? Semoga bermanfaat dan jangan lupa dibagikan ke media sosial anda guna membantu pengembangan website ini :).



Yuk Mengenal Lensa Kamera Jenis Makro

Apa itu lensa makro - salah satu dari sekian banyak jenis lensa, yang paling diburu untuk dijadikan koleksi, yang dapat digunakan sebagai penunjang hobi fotografi ialah lensa jenis makro. Lensa makro ialah lensa kamera yang memiliki jarak fokus yang pendek sekali sehingga lensa ini sangat memungkinkan untuk digunakan mengambil gambar objek yang sangat dekat dan kecil ( objek makro ) seperti semut, lumut, hingga tetesan air yang ukurannya sangat kecil menjadi terlihat besar, fokus dan jelas.

Lensa makro ini memiliki panjang fokus yang beraneka ragam mulai dari 50 mm sampai dengan 200mm yang tentunya semakin besar nilai panjang fokus ini anda dapat memotret objek makro dari jarak jauh. Selain itu lensa makro ini bisa menghasilkan gambar dengan depth of field lebih kecil bila dibandingkan dengan lensa jenis lainnya.

Apa itu depth of field ?
Depth of field ini mengacu kepada seberapa banyak bagian yang ada didalam foto untuk tetap fokus, dengan nilai depth of field yang demikian kecil akan menghasilkan objek utama fokus, sedangkan objek lainnya terlihat ngeblur atau kabur atau bokeh. Dan karena keunggulan lensa jenis makro yang memiliki nilai DoF seperti itu akan membuat anda dapat mengambil objek utama foto dengan lebih fokus tanpa ada gangguan dari background objek yang dianggap tak begitu penting.

Selain itu lensa makro juga memiliki nilai perbesaran yang real, pada umumnya lensa jenis ini memiliki nilai 1:1 yang artinya adalah gambar yang ada pada sensor besarnya sama dengan gambar dari objek asli.


Dengan kemampuan yang aduhai tersebut harga yang dipatok untuk bisa mendapatkan lensa jenis makro ini sangatlah mahal dibandingkan dengan lensa jenis lainnya, hal ini tentu sangat sepadan dengan gambar yang kalian peroleh tentunya.

Bagi kalian yang minim budget untuk bisa membeli lensa jenis ini jangan kuatir, anda masih bisa menggunakan extension tubs yang harganya murah, namun jika dibandingkan dengan lensa makro asli tentu saja kalah jauh.

Pengertian Moire Pattern Dalam Dunia Fotografi

Moire pattern photography - Didalam konteks seni fotografi, kondisi moire pattern dapat terjadi ketika suatu obyek yang di foto terlihat memiliki suatu pola detail yang berulang ( seperti garis atau titik ) yang terlihat melebihi kemampuan dari resolusi sensor digital kamera. Akibat dari hal ini adalah didalam foto akhir akan muncul suatu pola tambahan yang terlihat aneh dilihat oleh mata kita yang sebenarnya tidaklah nyata.dimata dan tidak nyata. Agar anda lebih jelas mengetahui bagaimana bentuk dari moire pattern silahkan lihat gambar dibawah ini.

 

Apakah anda melihat suatu pola aneh berbentuk garis garis dalam foto diatas ? Dan begitulah bentuk dari pola unik nan aneh yang disebut dengan istilah moire pattern. Padahal didunia nyata ini moire pattern bahkan hampir tak pernah terlihat langsung oleh mata kita dikarenakan memang kondisi mata kita jauh lebih berkualitas.

Berbeda halnya dengan sebuah lensa kamera yang memang tidak sebagus mata kita sehingga jika lensa kamera berkualitas kurang baik dapat mengakibatkan munculnya moire pattern ketika dipakai memotret seperti dibaju, rambut, ulir tangga eskalator dan berbagai objek yang memiliki detail pola berulang dengan kerapatan gang rapat serta rumit biasanya akan menghasilkan detail moire pattern pada sebuah foto.

Pada sebuah kamera digital ini, moire pattern bisa terjadi dikarenakan bagaimana cara cahaya yang masuk kedalam sensor kamera serta bagaimana sensor kamera tersebut menginterpresentasikan cahaya yang masuk tadi. Memang moire ini sangat mengganggu bila sampai terjadi, untuk kalian yang terlanjur mempunyai gambar yang ada moire patternnya bisa mencoba menghilangkannya menggunakan software adobe lightroom walaupun cara ini tidak sepenuhnya menghilangkan. Semoga bermanfaat.

Rekomendasi Lensa Sapu Jagat Terbaik

boralgan maslah gonta ganti lensa, apalagi membawa banyak sekali lensa kamera berbagai ukuran, oleh sebab itulah diciptakan sebuah lensa yang mampu untuk membackup semuanya yang biasa disebut dengan lensa sapu jagat.

Lensa sapu jagat ini memiliki jangkauan fokus yang luas mulai dari yang dekat maupun yang jauh seperti lensa tele. Namun demikian kualitas gambar yang dihasilkan oleh jenis lensa tidaklah begitu bagus jika dibandingkan dengan lensa fix. Buat kalian yang hendak membeli lensa sapu jagat sebagai senjata andalan dalam berburu foto, dibawah ini ada beberapa merk lensa sapu jagat yang bisa kalian coba miliki.



1. Nikon 18-200mm VR f/3.5-5.6 VR versi II
Bagi pemilik kamera Nikon, menggunakan produk yang memang disediakan oleh Nikok sendiri merupakan pilihan terbaik karena kualitas gambar yang dihasilkan dari lensa Nikon ini sangat berkualitas, tajam dan bagus di range 18-70mm namun sedikit menurun di range diatas 130mm ( semua lensa sapu jagat sepertinya demikian ), begitupun dengan desain body lensa nya yang terlihat premium. Dengan kualitas terbaik yang ditawarkan ini tentu saja membuat harganya pun juga sedikit lebih mahal. Harga lensa Nikon 18-200mm VR f/3.5-5.6 VR  II ini di kisaran angka 9 juta an. Jika kalian rasa terlalu mahal bisa coba menggunakan tamron ataupun sigma yang harganya lebih murah.

2. Canon 18-200mm f/3.5-5.6 IS
Lensa sapu jagat yang bisa kalian miliki selanjutnya adalah dsri Canon, walau secara kualitas lensa milik Canon ini tidak setajam dan sebagus milik Nikon, namun untuk range jauh alias tele lebih bagus lensa milik Canon. Kekurangan yang ada pada lensa ini adalah masih menggunakan teknologi lama untuk fitur auto fokusnya sehingga masih terdengar suara dan kurang begitu cepat dalam mengambil fokus. Bagi pemilik kamera Canon tentu saja lensa yang satu ini adalah pilihan terbaik untuk digunakan. Harga yang ditawarkan untuk lensa Canon ini di kisaran angka 7.8 sampai 9 juta rupiah.

3. Tamron 18-270mm f/3.5-6.3 PZD VC Macro
Lensa sapu jagat keluaran tamron ini adalah salah satu lensa yang memiliki range paling jauh jika dibandingkan dengan lensa yang telah disebutkan diatas. Kualitas foto yang dihasilkan oleh lensa ini cukup bagus di rsnge18 - 135mm namun berangsur menurun untuk jarak diatasnya terutama di range 200-270. Lensa ini sangat pas digunakan bagi anda yang suka melakukan pengambilan gambar dari jarak jauh seperti foto satwa liar dan lain sebagainya. Kekurangan yang ada pada lensa lensa tamron ini kebanyakan adalah di area auto fokus yang lumayan berisik dan terkadang sering mengalami kegagalan dalam mengunci objek. Karena adanya kekurangan yang ada, saya rasa sangat wajar bila harga yang ditawarkan untuk lensa sapu jagat merk Tamron ini sangat terjangkau bagi pemula yakni sekitar 4 sampai 5 jutaan.

4. Tamron 18-250mm f/3.5-6.3 Macro
 Lensa sapu jagat terbaik selanjutnya masih dari tamron yaitu lensa Tamron 18-250mm f/3.5-6.3 Macro. Lensa dengan panjang focal yang sedikit lebih pendek dari lensa Tamron yang kita bahas sebelumnya diatas ini memiliki kelebihan ukurannya yang kecil dan lebih ringan bobotnya, namun sayang lensa yang satu ini belum memiliki fitur built in stabilizer sehingga sedikit merepotkan fotografer ketika mengambil gambar di dalam ruangan yang gelap. Penggunaan paling ideal dari lensa ini adalah diatas tripod dan di luar ruangan alias outdoor. Harga yang ditawarkan dari lensa tamron yang satu ini juga lumayan murah hanya sekitar 3 jutaan rupiah saja.

5. Tamron 16-300mm f/3.5-6.3 VC PZD Di II
Lensa sapujagat terbaik selanjutnya masih dari Tamron dengan generasi terbarunya yang memiliki panjang fokal sangat mengagumkan hingga 300mm. Memiliki bobot yang tidak terlalu berat dan tidak terlalu besar ini memiliki kualitas lensa yang bisa dibilang cukup baik dan bagus melihat kinerja dari autofokusnya yang lebih bagus ketimbang generasi sebelumnya. Oleh karenanya bisa dibilang lensa ini adalah lensa sapu jagat yang terbaik dilihat dari rentang panjang focalnya. Harga lensa Tamron 16-300mm f/3.5-6.3 VC PZD ini ditawarkan pada kisaran harga 6.7 sampai 7 juta an.

6. Sigma 18-200mm f/3.5-6.3 OS HSM Macro C
Lensa sapu jagat terbagus yang terakhir adalah lensa sigma 18-200mm f/3.5-6.3 HSM Macro C Yang memiliki kecepatan auto fokus yang sangat baik dan akurasinya lebih bagus dibandingkan produk dari Tamron, bahkan hampir tidak bersuara saat menentukan fokus objek. Selain itu lensa ini juga memiliki desain yang lumayan ramping dengan bobot yang ringan plus fitur Macro yang memungkinkan anda memotret objek kecil atau makro. Lensa sigma ini masih tergolong generasi baru yang juga kompatibel dengan lensa dock guna memprogram ulang auto fokus bila terjadi error.  Harga dari lensa sigma ini berada dikisaran harga 5 juta an saja.

Untuk produk lensa noj original diatas seperti lensa sigma dan juga tamron tersedia untuk beberapa body kamera baik dari Canon, Nikon, Pentax maupun Sony. Semoga bermanfaat.



Berbagai Penyebab Hasil Foto Kurang Tajam

Peyebab foto kurang tajam - mungkin bibebrapa fotografer pemula seperti saya ng masih baru memegang sebuah kamera DSR, pasti pernah mengalami dimana hasil jepretan kamera tidak setajam yang diinginkan.

Nah agar memperoleh hasil bidikan yang tajam, tentunya anda harus mengetahui beberapa penyebab kenapa hasil pemotretan menjadi ngeblur sehingga dengan demikian anda bisa menghindari hal tersebut dan memperoleh hasil jepretan setajam yang diinginkan.


Beberapa penyebab kenapa hasil jepretan kurang begitu tajam diantaranya dipengaruhi oleh faktor di bawah ini : ( Asumsikan anda saat ini memakai sebuah lensa 50mm f/1.8 ).

1. Setting Shutter Speed Kurang Cepat

Aturan yang penting untuk anda perhatikan ialah jangan memakai kecepatan jepret atau shutter speed yang lebih lambat jika dibandingkan 1/panjang focal agar hasil jepretan lebih bagus.

Sebagai contoh jika anda menggunakan sebuah lensa 50mm, sebaiknya untuk pengaturan shutter speed nya diatas angka 50, anda bisa menggunakan setelah shutter speed di angka 1/60 atau diatasnya dengan catatan semakin tinggi nilainya maka anda harus memegang kamera dengan stabil, jika tangan suka gemetaran sebaiknya manfaatkan tripod saja.

Contoh lain jika anda menggunakan sebuah lensa yang memiliki panjang fokal 200mm, gunakan kecepatan shutter speed diatas 200, bisa memakai setelah shutter speed nya di angka 1/250 detik.

Penggunaan lensa tele selain dapat memperbesar objek foto yang diambil, juga dapat menyebabkan efek blur semakin terlihat, oleh sebab itu menggunakan sebuah lensa yang memiliki anti guncang seperti IS atau VR juga sangat dianjurkan untuk membantu menghasilkan bidikan yang tajam.

2. Bekukan pergerakan subjek

Untuk poin nomor satu diatas sudah cukup untuk digunakan memotret sebuah objek yang dalam keadaan diam, namun jika anda menginginkan memfoto sebuah objek foto yang dalam keadaan bergerak.

Misalkan saja sepeda motor yang sedang dikendarai, peselancar di pantai ataupun memfoto burung yang sedang terbang, diperlukan teknik membekukan gerakan atau yang lebih dikenal dengan istilah motion freeze agar hasil jepretan menjadi tajam.

Membekukan gerakan ini ialah dengan memainkan kecepatan dari shutter speed, jika pada poin nomor satu diatas anda harus menggunakan setting an shutter speed diatas panjang focal, untuk motion freeze anda harus menggunakan settingan shutter speed yang lebih tinggi lagi.

Bisa menggunakan shutter speed di angka 1/800 hingga 1/5000 untuk pergerakan yang ekstrim. Jadi jika anda ingin memotret objek bergerak cepat sebaiknya tinggikan angka shutter speed nya.

3. Memotret Secara Wide Open

Memotret menggunakan lensa misal lensa 50mm f/1.8 tentunya akan membuat kita tersugesti untuk memakai bukaan terbesar pada lensa tersebut. Masalahnya ialah, sebuah lensa dari segi fisik mempunyai kelemahan dalam menghasilkan foto super tajam ketika digunakan dalam mode bukaan maksimal dari aperture lensa.

Namun Bukan berarti membuat kalian harus selalu memotret di area sweet spot lens seperti di f/4, namun setidaknya jangan menggunakan bukaan lensa maksimal, turunkan sedikit seperti misal ketika kalian menggunakan lensa f/1.8, kalian cukup menggunakan bukaan f/2 maupun f/2.8.

Jika menginginkan hasil jepretan yang super tajam pada bukaan f/1.8 setidaknya siapkan lensa f/1.2. Begitu seterusnya.

4. Menggunakan Setting ISO Terlalu Tinggi

Selanjutnya ialah penggunaan ISO yang terlalu tinggi sehingga menimbulkan noise yang juga sangat tinggi mengingat noise ini berbanding lurus dengan tingkat ISO. Walaupun kamera jaman sekarang canggih dengan kemampuannya menyembunyikan noise. Namun demikian yang namanya noise ya tetaplah noise.

Memaksa kamera menggunakan setting ISO terlal tinggi dapat menyebabkan ketajaman detail menjadi berkurang sehingga berdampak pada hasil jepretan secara menyeluruh.

5. Kualitas Pencahayaan Yang Kurang Baik

Ada 2 jenis istilah tajam disini yakni tajam yang hanya terlihat tajam, ada pula tajam yang benar - benar memang tajam. Terlihat tajam ialah dimana ketika kita mengambil gambar dengan kontras yang benar - benar pas. Dimana perbedaan gelap dan terang bisa terlihat dengan bagus.

Berbeda jika kita mengambil potret dimana kodisi cahayanya kurang kontras/flat, tentu hasil foto jadi kurang tajam. Mungkin secara teknis nya bisa jadi sudah tajam, namun secara visual belum tentu.

Agar bisa menghasilkan jepretan yang benar - benar tajam, pastikan kita sudah menemukan kondisi kontras yang bagus ketika akan melakukan pengambilan gambar.


Mengenal Dan Belajar Fotografi Infrared

Belajar Fotografi Infrared
Infrared Photography by : paolopettigiani


Infrared photography - Diatas adalah salah satu fotografi infrared hasil karya dari seorang fotografer asal italia yang bernama paolopettigiani yang lokasi pengambilan gambarnya berada di daerah NYC Central Park. Beberapa foto hasil jepretannya diatas sudah banyak dimuat di berbagai surat kabar dan majalah di berbagai belahan dunia loh. Untuk mengetahui siapa paolopettigiani lebih dalam bisa langsung mengakses situs pribadinya dengan url sesuai dengan namanya di https://www.paolopettigiani.com/.

Fotografi infrared termasuk kedalam salah satu kategori foto seni atau Art, dimana mengunggulkan warna yang sangat kaya. Hal ini berbeda dengan foto biasa kebanyakan yang menjepret gambar sesuai dengan warna aslinya, pada jenis foto infrared kita bisa mengubah warna dari gambar yang akan kita jepret menjadi sesuai dengan keinginan kita dimana banyak orang lantas menyebutnya sebagai foto salah warna atau false colour, yang menjadi ciri khas dari foto infrared. Oh iya karena warna hasil jepretan dari foto infrared ini tidak bisa dimasukkan kedalam foto kategori jurnalistik akibat hilangnya warna asli ( tidak sesuai ).

Untuk bisa melakukan pengambilan gambar seperti ini ada dau cara yang bisa kita lakukan, yang pertama adalah dengan melakukan penambahan filter infrared pada lensa kamera kita, dan yang kedua adalah dengan melakukan oprek mesin kamera, yakni dengan jalan membongkar mesin sebuah kamera yang akan dijadikan kamera infrared, dan selanjutnya mencabut Hot Mirror didalamnya dimana Hot Mirror ini berfungsi untuk meredam sinar infra merah dan kemudian diganti dengan komponen lainnya. Dari kedua cara, hasil jepretan kamera sangat bagus jika menggunakan kamera yang telah dioprek. Untuk penggunaan filter infrared terkadang membuat kecepatan kamera menjadi sangat lambat sehingga hasil foto menjadi kurang begitu bagus.

Bagaikan gading yang tak retak, meskipun hasil jepretan foto infrared ini lebih bagus diambil dengan kamera yang sudah dioprek, proses melakukan oprek ini tentu harus membongkar mesin kamera sehingga hal ini akan merusak segel garansi yang kemudian menyebabkan garansi kamera menjadi hangus. Selain itu jasa untuk melakukan oprek kamera ini masih tergolong mahal di kisaran angkar 1 sampai 3 jutaan tergantung skil dan kemampuan si oprekers nya. Dan karena resiko yang bisa dibilang besar untuk sebuah kamera, banyak yang lebih memilih untuk membeli kamera jadul yang telah habis masa garansinya untuk di oprek menjadi kamera infrared.

Karena warna yang dimiliki dari foto infrared ini kaya warna, membuat kamera infrared dengan prinsip false color banyak dipakai selain untuk mengabadikan foto lanscape seperti pemandangan alam, juga digunakan untuk pengambilan gambar modeling, terutama foto foto pre wedding yang pastinya akan memberikan kesan luar biasa indah, bagus dan lain daripada yang lainnya.

Belajar fotografi infrared

Satu satunya jalan agar anda bisa belajar fotografi infrared ini adalah dengan memiliki sebuah body kamera yang telah dioprek dan dijadikan infrared, atau bsia juga anda memanfaatkan filter lensa infrared yang banyak di jual di toko aksesoris kamera.

Kelemahan kamera infrared hasil oprekan

Selain harga jasa oprek kamera untuk dijadikan infrared sangat mahal dan beresiko menghanguskan jaminan garansi mesin, juga membuat kita harus membawa setidaknya dua buah kamera yakni kamera biasa / normal dan kamera yang telah dioprek menjadi infrared untuk melakukan pengambilan gambar yang berbeda. Sehingga kesannya sangat repot dan terlalu berat dibawa kemana mana jika harus membawa lebih dari satu body kamera.

Untuk hasil karya infrared photography dari paolopettigiani silahkan lihat beberapa penampakan dibawah ini, atau bisa langsung kunjungi ke situs miliknya di https://www.paolopettigiani.com/infrared-nyc

Belajar Fotografi Infrared

Belajar Fotografi Infrared

Very thanks to :

Picture by : paolopettigiani
website     : https://www.paolopettigiani.com/infrared-nyc


Mengenal Dan Belajar Levitation Photography

Fotografi melayang - pernahkah anda melihat sebuah foto dengan objek seorang manusia yang seolah olah sedang melayang bebas di udara tanpa alat bantu apapun yang terkesan keren dan membuat anda juga ingin membuat sebuah foto seperti itu ? jika anda pernah melihat detail foto yang demikian, maka itulah yang dinamakan dengan Levitation Photography atau fotografi melayang.

Pengertian fotografi levitasi atau melayang

Ialah sebuah teknik yang biasa digunakan dalam pengambilan gambar atau pemotretan dengan objek utamanya adalah manusia, yang didesain sedemikian mungkin hingga objek tersebut terlihat seperti melayang tanpa adanya alat bantu apapun. Pemotretan ini dilakukan oleh seorang model yang melakukan lompatan yang nantinya akan menghasilkan efek melayang diudara. Tentunya lompatan ini berbeda dengan teknik jump shoot ( mengambil foto saat lompat seperti sedang merayakan sesuatu ).

foto melayang


Cara membuat foto levitasi / melayang di udara

Cara pembuatan foto levitasi ini bisa dilakukan dengan dua cara, yang pertama adalah dengan bantuan software editing yakni menggabungkan dua buah foto menjadi satu frame dengan teknik masking, kemudian melakukan editing dengan software seperti potoshop atau sejenisnya hingga menghasilkan gambar yang seolah olah seperti melayang.

Dan yang kedua adalah dengan pengambilan gambar secara langsung dengan menggunakan kamera, jadi teknik langsung ini tidak membutuhkan proses editing lagi, mungkin editing kecil seperti pengaturan warna dan lain sebagainya sehingga efek melayang benar benar murni dilakukan dengan gaya dan kreatifitas antara si model dan juga sang fotografernya.

Caranya adalah si model harus melakukan sebuah lompatan dengan gaya yang se alami mungkin dan tanpa beban namun tidak terlalu banyak melakukan ekspresi. Untuk bisa menghasilkan sebuah foto melayang yang benar benar sempurna maka baik model maupun juru foto harus melakukan diskusi terlebih dahulu sebelum melakukan pengambilan gambar.

foto melayang

Setelah berhasil menemukan ide foto yang nantinya akan dijadikan tema, selanjutnya model akan melakukan lompatan santai tanpa beban dan sedikit ekspresi. Sedangkan sang fotografer melakukan pengambilan gambar di saat yang sangat tepat. Agar tidak terlalu banyak mengulang adegan pergunakanlah mode burs / continous fotografi sehingga sekali jepret kita akan langsung menghasilkan banyak foto. Atau anda juga bisa melakukan penyetelan timer untuk melakukan pengambilan foto dalam jumlah banyak.

Pastikan juga anda melakukan pemotretan di area yang memiliki intensitas cahaya yang pas, artinya tidak terlalu terang ataupun terlalu gelap agar nantinya bayangan objek bisa lebih diperkuat dan membuat sang model tadi benar benar melayang di udara. Untuk pengguna kamera DSLR bisa memanfaatkan shutter speed tinggi diatas 1/500 agar nantinya gambar yang tertangkap menjadi lebih fokus.

Untuk posisi pengambilan foto terbaik adalah dari posisi bawah atau low angle sehingga seolah olah memberikan kesan atau efek si model tadi terlihat terbang tinggi ketika melakukan gerakan melayang atau levitasi. Dan pose pose unik pun bisa kalian manfaatkan untuk ide tema foto seperti saat sedang melakukan kegiatan sehari hari, menyapu halaman rumah dan melayang diatas sapu dan lain sebagainya.

Untuk lebih membuat lebih meyakinkan pergunakan kostum yang tidak mudah bergerak oleh gerakan ataupun angin misalnya menggunakan baju yang press body atau baju yang kaku. Bila perlu jepit bagian bagian yang mungkin bergerak saat pengambilan gambar yang nantinya malah membuat hasil jepretan kurang bagus. Bila si model memiliki rambut yang lumayan panjang, agar tidak terburai saat melakukan lompatan anda bisa mengaplikasikan hair spray agar rambut sang model lebih kaku dan tidak mudah goyah.

Dan yang terakhir pastikan saat akan melakukan lompatan anda bisa mendarat dengan aman, selamat dan tentunya tidak melukai sang model. Hindari lokasi berbahaya misalnya melompat di tepi jurang, atau melompat dari atap gedung karena jika si model jatuh bisa wassalam.

foto melayang


Untuk teknik levitasi ini selanjutnya bisa kalian kembangkan menjadi lebih baik lagi dengan cara melakukan trial and error. Bagi yang tidak memiliki kenalan untuk dijadikan model bisa menggunakan HP saja yang dilempar baru kemudian anda foto heheehe, Selamat mencoba bereksperimen.